jump to navigation

Empat Bank Fasilitasi Kredit Usaha GKS Jatim 11 Juli 2010

Posted by Samsul Hadi in berita.
Tags: , , , ,
trackback

Empat pelaku perbankan nasional di Jawa Timur memberikan fasilitas penyaluran kredit terhadap peternak susu anggota Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jatim seiring upayanya membantu pengembangan usaha tersebut di wilayah ini.

“Pengembangan usaha perlu didukung bantuan pendanaan dari kalangan perbankan mengingat, sampai detik ini peternak susu sulit mendapatkan bantuan mereka jika pengajuannya secara individu. Namun, saat melalui koperasi susu pengajuan pinjamannya justru lebih mudah disetujui,” kata Ketua GKSI Jatim, Sulistyo, ditemui di arena Bazar Perbankan dan UMKM Jatim di Convention Hall Tunjungan Plaza Surabaya, Rabu sore.

Menurut dia, penyaluran dana pinjaman tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan kesepahaman bersama “MOU” antara keempat perbankan di Jatim dan GKSI Jatim. Keempat perbankan itu di antaranya Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Jatim, dan BNI.

 ”Sayangnya, penyaluran dana pinjaman dari perbankan pada tahun ini tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah yang dibuat berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 131/2009. Surat keputusannya sudah turun sejak 2009, mengapa pelaksanaannya baru semester II/2010,” tegasnya.

Kondisi tersebut, ungkap dia, membuktikan lambatnya kemampuan perbankan menangkap besarnya potensi industri persusuan di Jatim. “Padahal, melihat perputaran uang yang dihasilkan dari industri ini sangat besar atau sekitar Rp3 miliar/hari. Kalau peluang ini bisa dimanfaatkan dengan baik, kami optimistis peternakan rakyat kian berkembang dan menggerakkan ekonomi pedesaan,” katanya.

Keterlambatan ini, tambah dia, juga dipengaruhi sikap kewaspadaan kalangan perbankan di Jatim untuk memberikan kredit pengembangan usaha. “Umumnya, perbankan menilai para peternak susu di Jatim tidak memiliki agunan yang ‘bankable’,” katanya. Mengenai pelaksanaan MOU tersebut, ia menyebutkan, berlangsung sejak semester II/2010 hingga 2013.

Di sisi lain, bunga yang dikenakan sebesar 5 persen. “Kami butuh sekitar 6.000 ekor sapi atau setara Rp120 miliar. Dengan MOU antara GKSI dan keempat perbankan itu, kami harap besaran dana yang dibutuhkan bisa terealisasi sehingga dapat membantu kemajuan perekonomian Jatim,” katanya.

Menanggapi lemahnya perhatian perbankan menyalurkan pinjaman ke pengusaha skala kecil menengah, Gubernur Jatim, Soekarwo, membenarkan, selama ini kalangan perbankan terlalu berhati-hati saat membantu pendanaan bagi mereka. “Bahkan, sejak tahun 2008 hingga 2009 dari total UKM di Jatim sebanyak 4,2 juta UKM, hanya 30 persennya yang menerima penyaluran kredit usaha dari perbankan. Lalu, sisa 70 persennya mandiri dengan modal sendiri,” katanya.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.