jump to navigation

Satgas KKMB Jatim akan melatih 200 KKMB thn 2009 4 Mei 2009

Posted by Samsul Hadi in berita.
Tags: , ,
trackback

Satgasda Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) targetkan melatih 200 KKMB se-Jawa Timur pada 2009 ini. Nantinya, Bank Indonesia sebagai Ketua Satgasda akan menyediakan beberapa fasilitas untuk mendukung fungsi KKMB. Sejak Mei 2008, Bank Indonesia dan gubernur Jawa Timur yang saat itu dijabat Imam Utomo menandatangani MoU mengenai perkembangan perekonomian propinsi di Jawa Timur.

Satu diantaranya pembentukan Satgasda KKMB. Kala itu, Satgasda diketuai oleh BRI, baru kemudian dialihkan kepada Bank Indonesia. Pimpinan Kantor Bank Indonesia, Amril Arief, mengatakan pihaknya kini menindaklanjuti program Satgasda yang sudah dibentuk. Antara lain adalah melakukan pelatihan-pelatihan kepada KKMB yang bisa disebut juga pendamping bank.

Itulah yang melatarbelakangi diadakannya Seminar Sehari “Bersama Satgasda KKMB Kita Tingkatkan Daya Saing UMKM Jawa Timur” di Gedung Bank Indonesia, Kamis (19/02). Bank Indonesia juga akan menyediakan beberapa fasilitas untuk mendukung fungsi KKMB terutama kaitannya dengan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Mengaktifkan konsultan dengan disediakan ruangan sekretariat, supaya bisa berkonsultasi, ketemuan, mengkaji permasalahan. Kita juga akan menyiapkan satu tempat lagi, sentra UMKM di Gedung BI lama di Jl. Garuda, kita akan kerjasama dengan Pemda. Nantinya (gedung tersebut) bisa dimanfaatkan untuk kegiatan UMKM, pameran atau bazaar,” terang Amril, usai pembukaan Seminar Sehari KKMB, Kamis (19/02).

Data yang dimiliki menyebutkan pada 2008 sudah ada 157 KKMB yang dilatih. Dari 157 itu, tidak semuanya langsung beraktifitas menjadi konsultan keuangan mitra bank. Diakui masih ada kendala. Diantaranya persaingan dengan account official perbankan dan lembaga mikro lainnya. Akibatnya, KKMB tidak mendapat ‘pasar’ baik pasar perbankan maupun UMKM .

Ditambahkan dari 157 KKMB, yang aktif hanya 30-40 persen. Sedangkan, realisasi kredit dari KKMB, masih berkisar antara Rp 18-19 milyar. “Masih kecil kalau dilihat nominalnya, tapi kalau dilihat nasabahnya atau dari jumlah pelaku ekonomi itu sendiri cukup banyak,” ujarnya.

Pada 2009, pihaknya menargetknya 200 KKMB bisa dilatih. Nantinya, pelatihan ini tidak bertujuan sebagai pendamping untuk memperoleh kredit, tapi juga mengatasi permasalahan UMKM secara menyeluruh terutama soal pemasaran.

Selama ini, bank memandang persoalan UMKM berkutat pada modal. Padahal, persoalan terbesar yang dihadapi UMKM adalah pemasaran, bahan baku, sumber daya manusia, dan administrasi atau pembukuan.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: