jump to navigation

UMKM punya peranan besar bagi perekonomian Jatim 4 Mei 2009

Posted by Samsul Hadi in berita.
Tags: , ,
trackback

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mempunyak peran besar terhadap perekonomian Indonesia khususnya di Jatim. Maka perlu ditingkatkan dengan jalan memperbaiki Sumber Daya Manusianya (SDM), modal dan pasarnya.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim Dr H Soekarwo atau biasa disapa Pakde Karwo saat membuka Seminar Sehari dan Meresmikan Kantor Sekretariat Satuan Tugas (Satgas) Pemberdayaan Konsultas Keuangan Mitra Bank (KKMB) Jatim di Kantor Bank Indonesia Surabaya, Kamis (19/2).
Dikatakannya, perbaikan SDM UMKM tersebut sudah dibantu oleh perbankan dengan jalan memberikan pelatihan KKMB, yang nantinya bisa mendampingi para UMKM untuk berhubungan dengan perbankan secara tektis guna mendapatkan pinjaman modal dengan bunga rendah dan mencarikan pasar.
Konsep ekonomi Jatim lima tahun ke depan dan dunia perbankan yang akan memberikan peranan penting dalam terwujudnya perekonomian yang baik. Gubernur dan wakil gubernur Jatim sekarang ini merupakan produk politik pilihan rakyat langsung. Maka mandat dari rakyat yang dipegangnya agar masyarakat Jatim ditolong dari kesulitan sehingga ke depan lebih bagus dan sejahtera. Yang diinginkan rakyat Jatim adalah sejahtera beraklaq.
Sampai dengan akhir 2008 jumlah penduduk Jatim mencapai 38,3 juta orang, dari jumlah tersebut 15,41% merupakan penduduk miskin. Oleh sebab itu program gubernur yang baru ini adalah menekan resesi agar jangan sampai tinggi-tinggi. Mengurus orang miskin itu tidak ada efisiensi tetapi efektivitas yang harus ditingkatkan. Maka Pemerintah Jatim saat ini adalah melindungi dan membantu orang-orang miskin yang jumlahnya 15,41% tersebut. Melihat kondisi yang demikian maka APBD Jatim akan digunakan untuk menolong orang miskin.
Sedangkan tugas perbankan ini adalah membantu pemerintah merumuskan atau melakukan sesuatu yang ada kaitannya dengan penanganan masalah kemiskinan. Untuk mewujudkan konsep tersebut maka di pedesaan dan keluarahan harus disediakan uang yang berputar minimal Rp 100 juta.
Hal ini dimaksudkan petani dan UMKM bisa pinjam dengan tanpa anggunan untuk beli pupuk dan kebutuhan lainnya yakni usaha. Tetapi para birokrasi sampai saat ini belum terlatih dengan sistem tersebut. Uang tersebut dikelola dan bentuknya bisa apa saja, yaitu bisa koperasi, kridit lunak yang penting dapat membangun lembaga keuangan di pedesaan.
Dari Rp 618 triliun Produk Domistik Regional (PDRB) kita posisi budi daya hasil pertanian hanya pemberikan kontribusi sekitar 16,2%. Untuk itu ke depan Jatim harus mempunyai industri kecil dari produk-produk hasil pertanian di desa-desa. Kemudian hasil dari produk di pedesaan tersebut dibawah ke kota untuk dipasarkan.
Dengan demikian orang-orang yang ada di pedesaan masyarakatnya bisa sejahtera tidak hanya rakyat di perkotaan yang sejahtera. Ini merupakan jawaban 64% dari penduduk Jatim yang tinggal di pedesaan para petaninya hanya memberikan kontribusinya 16,2% terhadap PDRB kita.
Adanya uang yang berputar di pedesan tersebut gunanya juga untuk memotong kredit-kredit simpan pinjan yang bunganya cukup tinggi. Jika hal ini terus dibiarkan beroperasi maka kesejahteraan masyarakat sulit terwujud.
Ketua Satuan Tugas Pemberdayaan KKMB Jatim Amril Arifien mengatakan, visi KKMB adalah memberdayakan sektor riil dan UMKM di Jatim, sedangkan misinya membantu meningkatkan investasi dan daya saing sektor riil UMKM produktif di Jatim. Di samping itu misi lainnya adalah membantu para UMKM bisa mengakses pembiayaan kepada lembaga keuangan secara umum dan khusunya kredit perbankan baik secara konvensional serta syariah.
Menurut dia, sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) dari Menko Kesra dan Gubernur BI di setiap propinsi di Indonesia didirikan lembaga Satgas Pemberdayaan KKMB. Kemudian di Jatim pada Mei 2008 lalu ditindaklanjuti dengan penandatanganan kesepakatan kerjasama antara Guberbnur Jatim Imam Utomo dengan Dewan Gubernur BI Didihartadi mengenai pengembangan perekonomian Jatim. Penandatanganan tersebut juga berisi tentang kesepakan membentuk Satgas Pemberdayaan KKMB Jatim.
Tujuan dibentuknya satgas tersebut untuk mendidik dan melatih konsultan keuangan mitra bank untuk mendampingi para pelaku ekonomi, terutama pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Menurut hasil kajian BI, para UMKM khususnya di Jatim sampai saat ini belum banyak yang bisa berhubungan dengan dunia perbankan. Hal tersebut dikarenakan UMKM banyak yang belum memenuhi ketentuan aspek-aspek bank teknis. Oleh sebab itu para UMKM tersebut perlu mendapat pendampingan KKMB.
Didalam praktiknya KKMB ini tidak hanya diharapkan mendampingi para UMKM untuk berhubungan dengan perbankan, tetapi bisa mencarikan pasar dari produk yang dihasilkan UMKM. Selain itu diharapkan juga bisa membantu pelaku UMKM untuk menata usahanya, administrasi dan pembukuan yang sebaik-baiknya, sehingga para pelaku UMKM bisa beroperasi dan bekerja dengan efesien serta efektif.
KKMB yang mendapatkan pelatihan dari perbankan dan satgas KKMB pada 2008 jumlahnya 157 orang. Ini diharapkan bisa mendampingi para UMKM untuk berhubungan dengan perbankan. Untuk 2009, BI juga akan memberikan pelatihan 200 orang untuk dididik menjadi KKMB baru.
Menurut pengamat Pelaku UMKM di Jatim banyak permasalahan yang dihadapi bukan saja masalah permodalan tetapi juga masalah pemasaran. Kita tahu persis dengan kondisi perekonomian Jatim saat ini masih dalam kondisi kena dampak krisis ekonomi global.
Pelaku UMKM saat krisis ini maupun pasca krisis diharapkan bisa menjadi tulang punggung perekonomian Jatim. Hal ini terbukti pada saat negara kita terkena krisis pada 1997-1998 lalu, pelaku UMKM 95% paling banyak yang bertahan. Kondisi tersebut merupakan kebanggaan bagi pelaku UMKM. (ryo)

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: