jump to navigation

BI & Pemerintah bentuk Konsultan Perikanan 27 Agustus 2009

Posted by Samsul Hadi in berita.
Tags: , ,
trackback

Departemen Perikanan dan Kelautan bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) membentuk konsultan keuangan mitra bank (KKMB) untuk mendampingi dan memudahkan usaha mikro, kecil dan menengah sektor perikanan mendapatkan kredit dari perbankan.
Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Martani Huseini menyatakan dengan konsultan itu, UMKM, terutama di beberapa daerah terpencil yang belum tersentuh perbankan, akses mendapatkan kredit ke bank akan lebih dimudahkan. “Lembaga ini pun berperan mengurangi informasi yang asimetris dan menjadi penghubung antara UMKM dan perbankan,” tuturnya, kemarin.
Dengan begitu, katanya, hasil pembinaan lembaga itu [KKMB], UMKM sektor perikanan akan bankable. “Mudah mendapatkan kredit dari perbankan,” tuturnya.
Pemerintah dan Bank Indonesia melihat pelaku usaha di sektor ini lebih banyak berskala UMKM. Namun, dari hasil analisis teknis usaha, kelompok usaha ini layak dan prospektif. Sayangnya, selama ini, dari sisi perbankan, dianggap tidak layak mendapatkan kucuran kredit (tidak bankable) karena pelaku usaha itu tidak mampu menyediakan jaminan kepada bank.
Martani menyatakan sejak 2003, tenaga ahli dari DKP dan BI telah melatih dan membentuk KKMB. Deputi Gubernur Bank Indonesia S. Budi Rochadi menuturkan sejak 2005 hingga semester I/2009, BI telah melatih 3.217 KKMB.
“Sementara itu, akumulasi pencairan kredit melalui program ini sudah mencapai Rp1,2 triliun, yang melibatkan 1.446 kantor bank dan 50.114 UMKM,” tuturnya.
Meski demikian, Budi mengungkapkan, KKMB harus menguasai beberapa hal. Pertama, KKMB harus memahami jenis usaha yang didampingi. Kedua, KKMB bukan merupakan pekerjaan sampingan. Ketiga, KKMB mesti berperan aktif untuk mencari proyek usaha yang dapat dihubungkan ke bank.
“Hal lainnya, siapa yang menanggung biaya atas usaha KKMB ini? Tidak mungkin UMKM yang menanggung, sementara KKMB mesti tetap hidup dari fee yang diberikan,” ujarnya.
Dia mengatakan penggantian biaya ini perlu dipikirkan, misalnya, apakah dibiayai dari dana kegiatan sosial oleh perbankan atau lembaga pemerintah. Kemudian, perbankan hendaknya tidak menganggap KKMB sebagai pesaing.
Pada kesempatan itu, Budi juga mengungkapkan BI sejak 2008 telah menyusun pola pembiayaan untuk 103 komoditas, 30 di antaranya komoditas dari sektor kelautan dan perikanan. BI, katanya, juga terus menyosialisasikan kepada perbankan agar melupakan rekam jejak kredit macet yang dulu pernah terjadi di sektor pertanian dan perikanan dan sosialisasi ini dilakukan secara berkelanjutan.
sumber: Diena Lestari, Bisnis Indonesia

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: