jump to navigation

DPR-Pemerintah Restrukturisasi Kredit Macet Petani dan UMKM 25 September 2009

Posted by Samsul Hadi in berita.
Tags: , ,
trackback

Petani serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa tersenyum lega. Pasalnya, program restrukturisasi kredit macet petani dan UMKM yang sempat tersendat akan kembali digulirkan.

Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR Suharso Monoarfa mengatakan, dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2010 yang akan disahkan, DPR dan pemerintah sepakat untuk memasukkan program restrukturisasi kredit macet bagi petani dan UMKM. ”Untuk 2010, nilainya Rp 170 miliar lebih,” ujarnya kemarin (23/9).

Kesepakatan restrukturisasi utang itu dimasukkan dalam RAPBN 2010 lewat penambahan pasal baru. Yakni Pasal 25 yang berbunyi Menteri Keuangan diberikan wewenang untuk menyelesaikan piutang instansi pemerintah yang dikelola/diurus oleh Panitia Urusan Piutang Negara/Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, khususnya piutang terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah, meliputi dan tidak terbatas pada restrukturisasi dan haircut piutang pokok sampai dengan 100 persen.

Menurut Suharso, utang yang akan direstrukturisasi tersebut merupakan utang jenis Kredit Usaha Tani (KUT), termasuk Kredit Usaha Mikro (KUM) yang diberikan oleh pemerintah saat krisis moneter menerjang pada 1998. ”Kami prihatin dengan utang-utang itu, jadi kami beri diskresi (kelonggaran, Red) kepada pemerintah untuk menyelesaikannya,” katanya.

Program KUT sendiri diberikan pemerintah pada 1998-1999 senilai Rp 7 triliun. Sebagian besar kredit yang disalurkan dengan cara channeling ini, yakni sebesar Rp 5,7 triliun, tidak bisa dikembalikan. Beban penyaluran KUT kemudian dibagi kepada pemerintah sebesar Rp 3,08 triliun (52,25 persen), Bank Indonesia (BI) Rp 2,46 triliun (24,75 persen), dan Perum Sarana Pengusaha Rp 0,28 triliun (lima persen). Adapun total Kredit Usaha Mikro (KUM) yang disalurkan pemerintah saat itu mencapai Rp 7,9 triliun.

Dirjen Perbendaharaan Negara Departemen Keuangan Herry Poernomo menambahkan, saat ini pihaknya masih mematangkan skema restrukturisasi kredit macet petani dan UMKM. ”Kami akan lihat perumusan undang-undangnya seperti apa dan nanti dilihat UMKM kelompok yang mana (yang masuk restrukturisasi),” ujarnya.

 

(sumber: Jawa Pos)

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: