jump to navigation

KUR, dimana Peran BDSP-KKMB? 17 November 2009

Posted by Samsul Hadi in Uncategorized.
Tags: , , ,
trackback

Kredit Usaha Rakyat atau lebih dikenal dengan nama KUR, telah ditetapkan sebagai salah satu program 100 hari pemerintah baru. Berbagai kendala implementasi KUR di periode sebelumnya telah diidentifikasi, antara lain: bunganya terlalu tinggi, skim-nya kurang fleksibel, tidak akomodatif terhadap usaha baru, dan lemah dalam pendampingan.

Beberapa langkah penting Menteri Koperasi & UKM untuk mencoba mengatasi hal itu antara lain meminta Bank untuk menurunkan bunga, memperbaiki skim pembiayaan, dan memperluas basis layanan ke usaha baru.

Namun hal ini tentu tidak mudah bagi Bank, dikarenakan ongkos penyaluran KUR lebih besar, dan area cakupannya sangat luas. juga, sektor yang dibiayai sangat beragam.

Bagaimana mencari titik temunya? Satgasda KKMB Jatim perlu mengambil inisiatif menemukan berbagai alternatif solusi yang lebih baik bagi semua. untuk itu sebuah diskusi terbatas perlu digelar, yang melibatkan perwakilan UKM, perbankan yang menyalurkan KUR, dinas teknis yang terkait dengan KUR, juga tentu saja wakil pemprov jatim.

Diskusi itu dibutuhkan untuk melihat implementasi KUR dalam konteks jawa timur. sebaiknya KUR tidak berjalan menjadi program terpisah, namun hendaknya dijadikan bersinergi dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat lainnya, baik yang disuport oleh pemerintah propinsi Jawa Timur, maupun yang memperoleh dukungan dari pemkab/pemkot se Jatim.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: