jump to navigation

Bank UMKM Jatim Gandeng Sampoerna 30 Januari 2012

Posted by Samsul Hadi in Perbankan.
Tags: ,
trackback

Bank UMKM Jawa Timur (Bank BPR Jatim) merangkul Sampoerna Microfinance untuk pemberdayaan usaha kecil mikro yang menjadi fokus usaha dari bank milik Pemprov dan Pemkab/Pemkot di Jawa Timur.

Kesepakatan untuk bersinergi tersebut tertuang dalam naskah nota kesepahaman (MoU) kedua pihak yang ditandatangani Dirut Bank UMKM Jawa Timur R. Soeroso dan Mega Satria, Head of Business Development Sampoerna Microfinance di Madiun, akhir pekan lalu.

Soeroso menyebutkan kesediaan Sampoerna Microfinance memberikan komitmen kerjasama, karena Bank UMKM Jawa Timur dinilai memiliki fisi dan misi sama, khususnya upaya pemberdayaan terhadap usaha kecil mikro dengan pemberian pembiayaan dengan tingkat suku bunga rendah.

“Saat ini baru MOU, kami segera tindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama, termasuk didalamnya berapa dana yang akan ditempatkan di Bank UMKM Jawa Timur,” kata Soeroso kepada Bisnis, hari ini (30/01).

Yang jelas, sambung dia, dana yang dikelola Bank UMKM Jawa Timur relatif murah, sehingga bisa ‘dilempar’ ke nasabah yang merupakan usaha kecil mikro juga rendah, antara 3%-12% per tahun efektif.

“Kalau bunganya tinggi jelas mereka tidak mampu, karena mereka hanya pengusaha gurem yang skala usahanya hanya setingkat TK atau SD,” ujarnya.

Mega Satria menyatakan siap mendukung Bank UMKM Jawa Timur. “Betul, kami siap dukung [Bank UMKM Jawa Timur]. Dalam satu dua minggu inilah sudah ada hasil pembahasan. Nanti anda akan kami beritahu],” katanya.

Di Madiun akhir pekan lalu selain menandatangani nota kesepahaman dengan Sampoerna Strategic, Bank UMKM Jawa Timur telah menyalurkan kredit bagi sejumlah kegiatan usaha di sektor usaha kecil mikro dengan nilai Rp14,5 miliar.

Kredit tersebut terdiri atas proyek sertifikasi tanah non program sebanyak 6.000 unit senilai Rp6 miliar, koperasi wanita (Kopwan) Rp2,5 miliar.

Kemudian kredit pengadaan pupuk bagi 460 petani tebu anggota Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) Rp2,5 miliar, dan Himpunan Penduduk Pengguna Air Bersih dan Sanitasi (Hippams) Rp741,5 juta.

Tingkat suku bunga yang diberlakukan untuk kredit terebut berkisar antara 3%-12% per tahun efektif.

Untuk menunjang kegiatan tersebut Bank UMKM Jawa Timur bekerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab. Madiun, Dinas Perindustrian Provinsi Jawa Timur, manajemen PTPN X dan PTPN XI selaku penjamin kredit petani tebu, serta Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Jatim.

Selama 2011 asset Bank UMKM Jawa Timur mencapai Rp888 miliar atau tumbuh 49,8% dari 2010, kredit yang disalurkan mencapai Rp690 miliar atau tumbuh 65,68% dari 2010.

Sementara itu, ratio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) 0,18% gross, dana pihak ketiga (DPK) Rp532 miliar atau tumbuh 49,80%, laba Rp19 miliar tumbuh dari posisi 2010 sebesar Rp17 miliar.

Adapun, rasio kecukupan modal 26,4%, dan net interest margin (NIM) relatif rendah, hanya 2,6%. “Ini menunjukkan komitmen kami kepada kalangan usaha kecil mikro.”

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: