jump to navigation

Bunga Kredit UKM di Jatim Maksimal 24% 30 Januari 2012

Posted by Samsul Hadi in berita, Perbankan.
Tags: , ,
trackback

Bank Indonesia mendorong bunga kredit bagi usaha mikro, kecil, dan menengah di Jawa timur tidak melebihi 24% per tahun dengan pengembangan linkage program serta Apex Bank.

Sarwanto, Deputi Pemimpin Bank Indonesia (BI) Surabaya, mengakui rerata bunga kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Timur masih relatif tinggi, yang dipengaruhi mahalnya biaya dana serta besarnya permintaan akan pinjaman.
Dia menjelaskan saat ini bunga kredit UMKM ada yang mencapai 30%–40%, per tahun terutama yang disalurkan oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR). “Rata-rata bunga kredit memang tinggi, tapi kami akan rintis penurunan terutama untuk sektor UMKM [usaha mikro, kecil, menengah] agar tidak memberikan bunga kredit lebih dari 22%–23%,” ujarnya hari ini, Jumat 27 Januari 2012.
Berdasarkan data BI Surabaya, margin bunga bersih (net interest margin) perbankan Jatim mencapai 9,52%, jauh di atas rerata nasional yang berada sekitar 6%. Bank pemerintah memiliki  NIM tertinggi sebesar 9,87% dilanjutkan dengan bank swasta 9,81%. Sementara itu, NIM bank asing hanya 3,91%, namun porsi pembiayaan hanya sekitar 5%, yakni Rp9,97 triliun.
Tingginya NIM tersebut dipengaruhi oleh besarnya porsi pembiayaan UMKM yang bermargin tebal. Hampir 50% dari kredit yang disalurkan oleh 76 bank yang beroperasi di Jawa Timur merupakan pinjaman UMKM, yang mencapai Rp88,55 triliun dengan total outstanding keseluruhan pembiayaan Rp190,57 triliun.
Mohamad Ishak, Pemimpin Bank Indonesia (BI) Surabaya, mengatakan bank sentral berusaha mendorong penurunan bunga UMKM dengan strategi pembiayaan linkage dan Apex Bank.
Melalui linkage program, bank umum akan menyalurkan kredit lewat BPR sehingga bisa menurunkan biaya operasional. Selain itu, BPR bisa mendapatkan pinjaman dalam mendanai ekspansi kredit.
Adapun program Apex dilaksanakan oleh Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) yang menjadi induk pengayom bagi sejumlah BPR di wilayah tersebut. “Bila mereka kesulitan likuiditas maka bisa mendapatkan pinjaman dari Bank Jatim sebagai Apex.”
Selain itu, lanjutnya, penurunan bunga kredit juga didorong oleh penjaminan yang dilakukan Jamkrida Jatim. Dengan sistem ini bank bisa menurunkan premi risiko dalam bunga kredit karena sebagian pinjaman dijamin oleh perusahaan daerah tersebut.
Menurut Sarwanto, pembesaran porsi kredit linkage sebesar 45% dari total pendanaan BPR, maka bunga kredit UMKM bisa ditekan menjadi 24%. Dia juga optimis NIM Perbankan Jatim akan turun secara bertahap menjadi 5%–6%.
Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: